Laman

Selasa, 05 Juni 2012

PENANGGULANGAN BENCANA KEPERW


PENANGGULANGAN BENCANA 

POKOK BAHASSAN
a. Konsep Bencana
b. Macam bencana
c. Penemuan kasus
d. Pengorganisasian
e. Strategi Penanggulangan
            f. Peranan Perawat dl Penanggulangan
 
Konsep Bencana
       Masalah kesehatan yang dihadapi ada yang bersifat biasa dan adapula yang bersifat darurat
       Masalah kesehatan darurat cenderung makin meningkat dan makin  beragam
       Dengan pendekatan epidemiologi, minimal dapat dilakukan upaya-upaya pencegahan untuk menghindari
     keadaan menjadi lebih buruk
Ruang lingkup kedaruratan dapat disamakan dengan beberapa sinonimnya yang bukan saja serupa dengan crisis (gawat) tetapi juga mengenai  :
1. Emergency (darurat)                     6. Severe (parah)
2. Sudden (mendadak)                     7. urgen (penting)
3. Immediately (segera)                     8. Specific (khusus)
4. Temporary(sementara)                  9. Luas (endemic)
5. treatened (membahayakan)

Suatu masalah kesehatan masyarakat dianggap bersifat darurat jika memp. Karakteristik berupa :
1. Mengenai masyarakat luas (musibah bersifat massal)
2. Memberikan gangguan berat (bencana)
3. Kejadiannya mendadak (acut)
4. Cenderung meluas (musibah demi musibah)
5. Memberikan dampak sosial dan a/ ekonomi
6. Perlu tindakan khusus segera (emergency)

Dapat mencakup  ;
1. Musibah massal                           10. Emergensi
2. Bencana alam (disaster)               11. Kriminal
3. Cidera/trauma (injury)                  12. Kekeringan
4. Kecelakaan (accident)                 13. Kelaparan
5. Kerusuhan (riot)                          14. Perang (war)
6. Pembunuhan (homocide)
7. Bunuh diri (Suicide)
8. Perkelahian (fighting)
9. Wabah (outbreak) / Pandemi

Ditinjau dari segi kejadian epideminya, maka berbagai jenis kesehatan darurat dapat digolongkan ke dalam 4 bentuk
  1. Letupan penyakit (Outbreak), dimana terjadi peningkatan jumlah penderita bila tidak ditangani dengan segera dapat menimbulkan kepanikan di masyarakat, bahkan sampai kematian.Outbreak merupakan bentuk kesehatan darurat yang klasik & masih prevalen
  2. Pandemi, yaitu terjadi penularan antar Negara karena penularan penyakit yang begitu besar. Pandemi yang luas mengenai dunia adalah pandemi AIDS & rokok  
  3. Penyakit baru (new/emerging disease), dimana penyakit baru muncul dimana sebelumnya tidak pernah ada dan langsung menjadi ancaman. Atau sebelumnya tidak meresahkan kemudian berubah jadi ancaman.
  4. Kiamat- Kiamat kecil                   ; kematian seseorang
    - Kiamat pemerintahan      ; runtuhnya suatu kekuasaan   a/ pemerintahan
    - Kiamat besar                  ; berakhirnya kehidupan di muka bumi
 Kejadian Kesehatan Darurat  :
Terjadinya suatu krisis atau kedaruratan, dapat dilihat dari 3 sudut  ;
1. Krisis terjadi sebagai perubahan mendadak mis ; krisis moneter, bencana alam
2. Krisis bisa merupakan perubahan terbalik    mis ; pembangunan yang tdk jadi
3. Krisis bisa terbentuk sebagai akibat dari perubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan alamiah
    yang ada

Berbagai aspek kesehatan masyarakat yang dapat terkait dengan hal-hal yang menjadi bagian Epidemiologi Kesehatan Darurat adalah  :
1. Surveilans (active morbidity/mortality survailance)
2. Riwayat perjalanan musibah (natural history of disaster)
3. Upaya preventif
4. Relief effort (rehabilitasi)
5. Perencanaan (health disaster planning)
6. Penelitian khusus

Dalam melakukan surveilans aktif, penyakit-penyakit yang perlu mendapat perhatian hendaknya memenuhi kriteria :
  1. mempunyai Kepentingan kesehatan masyarakat. Yg besar
  2. Mempunyai Endemisitas lokal atau berkaitan dengan fokus eksternal di daerah atau negara lain.
  3. Memberi risiko terjadinya penyakit baru yang memp potensi penularan lokal yang tidak diketahui.
  4. Immunitas yang rendah pada kelompok Manusia & binatang
  5. Terdapat populasi besar vektor & reservoir yang potensil
  6. Ekologi  yang tidak umum (irigasi, deforestation), iklim (kering, banjir) & migrasi yang mendukung penularan
Keadaan sebelum kejadian nampak bersifat laten, kemudian meledak, lalu menghilang. Berdasarkan waktu kejadian (event), perjalanan masalah kesehatan darurat dapat dibagi atas tiga  tatanan utama  yang semuanya perlu mendapat perhatian  :
  1. Pre-event
  2. Event
  3. Post-event
       Selain menghadapi masalah penyakit, post-event juga dibebani dengan berbagai masalah bukan  
     penyakit, seperti sosial, ekonomi, politik & psikologi.
       Masalah-masalah itu misalnya adalah pengungsian (refugees), kerusuhan (riot), kemiskinan, gangguan
     kejiwaan (kecemasan & kengerian)

Peran Epidemiologi
  1. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang sedang dihadapi oleh masyarakat
  2. Mengikuti masalah yang sedang berkembang dalam masyarakat kemungkinan epidemiologi bersifat dinamis sesuai dengan dinamika masyarakat yang di hadapi
  3. Menentukan kausa dari berbagai penyakit ataupun masalah yang terjadi ; tindakan pencegahan & penanggulangan
  4. Menemukan bentuk-bentuk intervensi untuk penanggu langan sampai eradikasi
Upaya-upaya yang dapat dilakukan
  1. Melakukan pencatatan & pelaporan (RR) dalan suatu sistem survailan
  2. Membuat desain penelitian untuk menganalisis penyebab masalaha yang terjadi
  3. Berbagai upaya pencegahan yg dp dilakukan u/ menghindari terjadinya epidemik
  4. Berbagai upaya intervensi berdasarkan konsep penanggulangan kesehatan darurat
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam suatu plan of action :
       Defenisi initial case
       Hipotesis dari keadaan & kecenderungan epidemik
       Tujuan dari investigasi
       Bentuk invcestigasi dan strategi pengendalian
       Penentuan tanggung-jawab personal dari tim & penjadwalan penugasan
       Mobilisasi internal & external resources
       Pengaturan dukungan rumah sakit & laboratorium
Sebenarnya dalam penanganan bencana setidaknya ada empat tahapan, yaitu :
       prevention / pencegahan
       preparednes/ kesiapsiagaan
       reaction / tanggap darurat
       recovery / pemulihan
       Saat ini sepertinya masyarakat kita masih berfokus pada fase reaction atau tanggap darurat, dimana
     fokus penanganan bencana masih seputar pertolongan di saat terjadi bencana. Kondisi ini sudah cukup
     bagus
       Recovery lokasi bencana juga sudah banyak dilakukan terutama oleh pemerintah dan keterlibatan LSM
     baik dalam dan luar negeri.
       Pencegahan dan persiapan bencana memerlukan keterlibatan banyak sektor. Pada fase ini termasuk
     diantaranya pelatihan penanggulangan bencana, mitigasi bencana, pembuatan kontigensi plan, persiapan
     team bencana, dan sebagainya.
       Peran perawat dalam kesiapsiagaan bencana juga sangat berperan diantaranya persiapan team, pelatihan
     sampai ke simulasi penanganan bencana baik yang bersekala “bencana kecil” maupun bencana
     sesungguhnya yang berskala besar.

 REFERENSI 
1.       …………., 1994. Pedoman Pengamatan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Direktorat Epidemiologi dan Imunisasi, Direktorat Jenderal PPM-PLP, Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal.
2.       Bustan, M. N. 2000. Epidemiologi Kesehatan Darurat. FKM. Unhas. Makassar. Hal. 2-130
3.       Bustan, M.N. 2006. Pengantar Epidemiologi. Rineka Cipta. Jakarta. Hal. 84-105
4.       Friedman, Gary D. 1986. Prinsip-prinsip Epidemiologi, Yayasan Essentia Medika, Yogyakarta. Hal. 295-317.
5.       Nur Nasry Noor, Bahan kuliah Epidemiologi Dasar. FKM. Unhas.
6.       Ridwan, 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat Surveilans Epidermiologi Sebuah Pengantar. FKM-UNHAS. Hal. 50-59
7.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
8.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
9.       Sutrisna, Bambang. 1986. Pengantar Metoda Epidemiologi. PT. Dian Rakyat. Jakarta. Hal. 22-33
10.   Wahyudin Rajab, M.Epid. Buku Ajar Epidemiologi untuk Mahasiswa Kebidanan, EGC. Jakarta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar