Selasa, 05 Juni 2012

METODA EPIDEMIOLOGI KEPERW


METODA EPIDEMIOLOGI
POKO BAHASAN
-          Surveylans epidemiologi
-           Survey observasi
-           Experiment
 
A. SURVEYLANS EPIDEMIOLOGI
     SURVEILANS adalah  Kewaspadaan & kegiatan mengamati timbul dan penyebaran penyakit beserta
     faktor-faktor yang mempengaruhi pada masyarakat, secara :

       -          Terus menerus
       -          Tepat & menyeluruh
     dengan tujuan untuk mengetahui :
     Bagaimana epidemiologi & berapa besar masalah penyakit di masyarakat, berguna untuk :
     Informasi yang up to date mengenai penyakit, untuk :
     1. Monitor program yang sedang berjalan
     2. Evaluasi hasil program
     3. Sistem Kewaspadaan Dini

Dengan demikian, surveilans memantau semua aspek yang berkaitan dengan kemungkinan timbulnya dan menyebarnya penyakit di masyarakat secara terus menerus sepanjang waktu. Bila hasil pemantauan tersebut diolah dengan baik akan diperoleh gambaran kejadian suatu penyakit dan pola penyebarannya pada suatu populasi. Hasil ini akan sangat berguna untuk pengendalian penyakit yang sama selanjutnya.
-  Program yang sudah berjalan yang diarahkan untuk peningkatan derajat kesehatan masyarakat dapat
   dimonitoring, apakah berjalan dengan baik atau belum.
-  Setiap kegiatan yang sudah selesai dijalankan dapat dilakukan evaluasi dengan melihat perkembangan
    kejadian penyakit di masyarakat.
-  Bila suatu penyakit sudah diketahui pada kondisi mana akan terjadi peningkatan jumlah penderita, maka
    hasil dari surveilans dapat dijadikan  sebagai dasar untuk sistem kewaspadaan dini.

      TUJUAN SUEVEILANS
      A. TUJUAN UMUM
           Diperoleh informasi epidemiologi penyakit tertentu & terdistribusinya informasi tersebut kepada :
                    - Program terkait
                    - Pusat penelitian / kajian
                    - Unit surveilans lain
      B. Tujuan Khusus
    1. Terkumpulnya data kesakitan, laboratorium, KLB & keracunan
    2. Terdistribusinya data kepada jenjang unit surv
    3. Terlaksananya pengolahan & penyajian Data & analisis epidemiologi lebih lanjut
    4. Terdistribusinya hasail pengolahan dan penyajian data beserta analisis epidemiologi
      Manfaat Surveilans
    1. Perencanaan program pemberantasan penyakit
    2. Evaluasi program pemberan tasan penyakit
    3. Penanggulangan KLB
    •       Tujuan pengumpulan data
         untuk menentukan :
    1. Melompok/golongan populasi yang mempunyai risiko terbesar untuk terserang penyakit
    2. Jenis dari agent & karakteristiknya
    3. Reservoir dari infeksi
    4. Keadaan bagaimana transmisi dapat berlangsung
    5. Kejadian penyakit secara keseluruhan
    6. Sifat dari wabah (sumber, cara, dsb)
    •       Jenis data yang dibutuhkan untuk menyediakan informasi tersebut. Dapat dipikirkan dengan menjawab
         pertanyaan-pertanyaan berikut : 
         •          APA         ; yang menjadi masalah
         •          SIAPA      ; yang terkena, distribusinya menurut umur, jenis kelamin, pekerjaan, penduduk, dsb.
         •          DIMANA ; masalah itu terjadi menurut tempat tinggal, tempat kerja, dsb
         •          KAPAN    ; masalah itu terjadi menurut hari, bulan, musim, dsb.
         •          BAGAIMANA ; masalah itu terjadi. Keadaan khusus, vektor, sumber penularan, kelompok
                                          rentan, faktor-faktor penentu lain
         •          MENGAPA ; masalah itu terjadi, mengapa masih berlanjut terus ?
         •          LALU APA ; tinkan intervensi intervensi yang telah dilakukan berdasarkan informasi yang ada, &
                                     bagaimana keberhasilannya.
    •      SYARAT DATA  :
    1. Dipercaya            -          Reliable
    2. Nyata                  -          Factual
    3. Cermat                -          Accurate
    4. Tepat waktu         -          Up to Date
    5. Lengkap              -          Complete
    6. Sesuai kebutuhan -          Relevant
    7. Sah/masih berlaku-          Valid


    B. SURVEY OBSERVASI
    Study Observational dikenal 3 cara :
    1. Study prospektive (cari penyebab) dikirim kemudian diperiksa (=kohor=longitudinal)
    2. Study Restrospektive (cari akibat) dari penyakit cari penyebab (Case control)
    3. Study Cross Sectional datang kemudian cari org sakit (1+2)
    C. EXPERIMENT
    Dikenal 3 methode
    1. Memakai percobaan dg binatang
    2. Metoda simulasi
    3. Percobaan pada manusia
    REFERENSI 
    1.       …………., 1994. Pedoman Pengamatan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Direktorat Epidemiologi dan Imunisasi, Direktorat Jenderal PPM-PLP, Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal.
    2.       Bustan, M.N. 2006. Pengantar Epidemiologi. Rineka Cipta. Jakarta. Hal. 84-105
    3.       Nur Nasry Noor, Bahan kuliah Epidemiologi Dasar. FKM. Unhas.
    4.       Ridwan, 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat Surveilans Epidermiologi Sebuah Pengantar. FKM-UNHAS. Hal. 50-59
    5.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
    6.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
    7.       Sutrisna, Bambang. 1986. Pengantar Metoda Epidemiologi. PT. Dian Rakyat. Jakarta. Hal. 22-33
    Wahyudin Rajab, M.Epid. Buku Ajar Epidemiologi untuk Mahasiswa Kebidanan, EGC. Jakarta

    FREKWENSI PENYAKIT KEPERW


    FREKWENSI PENYAKIT
    D-III
    POKOK BAHASAN
    -          Rate, Ratio, Proporsi
    -           Incidence Prevalence

    •          PERHITUNGAN FREKWENSI PENYAKIT  ( S1 )
    1. Nilai Rate, Rato & Proporsi
    2. Nilai Rate yg berhubungan dg Penyk, K’mati’, Reproduksi, Nilai Rate Khusus
    3. Insidensi, Prevalensi, Risk angka serangan & Yg Bertalian
    1. Arti & Kegunaan Frekwensi Penyakit
    •          Dimaksudkan untuk Menilai keadaan penyakit pada suatu Populasi atau Sub Populasi tertentu.
    •          Penggunaan nilai Absolut sering menimbul kan kesalahan penilaian, terutama bila membandingkan
          keadaan penyakit pada lebih dari 1 atau beberapa kelompok populasi (kelompok penduduk).
    •          Harus mengerti penggunaan nilai rate,ratio & proporsi
    Ratio (a/b)
    •          Dapat diartikan sebagai di bandingkan dengan
    •          Perbandingan antara 2 hal & tidak mutlak ada hubungan
    •          Merupakan perbandingan antara 2 kwantitas
                    - Kwantitas pembilang ; Nominator
                    - Kwantitas penyebut   ; Denominator
    •          Jika pembilang bagian dari penyebut disebut Proporsi
    •          Jarang digunakan kecuali pada  beberpa hal khusus. Seperti ; Sex ratio, ratio mortalitas yang
          distandarisasi (SMR), dll.
    Rate : a/(a+b) x k, Wkt ttt
    •          Adalah besarnya peristiwa yang terjadi terhadap jumlah total penduduk tempat peristiwa berlangsung
          dalam batas waktu tertentu
    •          Adalah Ratio yang pembilangnya merupakan bagian dari penyebut & merupakan hasil pengumpulan
          data dalam 1 (satu) periode waktu, sedangkan penyebutnya hasil perhitungan
    Incidence Rate
    •          Jumlah kasus baru yang timbul dibagi dengan jumlah penduduk
          Manfaat ;
    1. Pengamatan & rencana penanggulangan penyakit dp dilihat
    2. Potret masalah penduduk
    3. Kecenderungan & frekwensi penyakit dapat dipantau
    4. Pemanatauan & Evaluasi untuk pencegahan & penanggulangan Penyakit
    5. Untuk perbandingan angka antar waktu & wilayah
    Yang Pelu Diperhatikan dari Incidens
    •          Penyebut adalah mereka yang terancam (risk) penyakit tertentu, berdasarkan waktu
    •          Pembilang adalah mereka yang menderita dan semuanya berasal dari mereka yang terancam penyakit
          tersebut.
    •          Interval waktu harus tetap.
    •          Hasilnya dapat dikalikan dengan unit tertentu (100, 1000, dst)
    1. Sangat berguna dalam Epidemilogi Deskriptip uuntuk menerangkan/menentukan mereka atau kelompok penduduk yang menderita atau terancam (risk). Sehingga dapat digunakan sebagai dasar program pencegahan & penanggulangan
    Insidensi Rate diperlukan Untuk
    1. Membandingkan perkembangan penyakit pada populasi atau kelompok yang berbeda atau pada periode yang berbeda.
    2. Mencari etiologi dari suatu penyakit
    Prevalence
    •          Merupakan ukuran tentang jumlah atau proporsi dari kasus atau masalah kesehatan pada suatu populasi
          tertentu.
    •          Prevalence Rate (PR) menunjukkan proporsi person yang mempunyai penyakit tertentu pada suatu titik
          waktu tertentu atau suatu periode waktu tertentu pada populasi yang diamati. Karena itu dikenal 2 (dua)
          macam PR ;
                    a. Point Prevalence Rate
                    b. Period Prevalence Rate
    a. Point Prevalence Rate
    •          Adalah jumlah mereka yang masih sakit pada satu waktu tertentu.
    •          Biasanya nilai hasil pengamatan atau survei pada satu waktu tertentu.
    •          Nilai ini sangat erat hubungannya
    •          Merupakan data penyakit yang serupa dengan sensus. Menggambarkan jumlah penderita yang ada
           pada suatu waktu
    •          Adalah proporsi dari penduduk yang sakit pada waktu tersebut.
    •          Pembilangnya terdiri atass semua orang yang sakit tanpa dibedakan kapan mulai sakit
    •          Penyebutnya jumlah penduduk yang diperiksa baik yang sakit maupun sehat.
    b. Period Prevalence Rate
    •          Menunjukkan jumlah penderita pada 1 (satu) periode waktu
    •          Adalah jumlah tersebut dibagi satuan penduduk yang diperiksa
    •          Sangat jarang digunakan sehingga disamakan dengan Point Prevalens. Rate
    •          Berguna bagi administrator Yankes (Pelayanan Kesehatan) untuk merencanakan perencanaan
          kesehatan yang sesuai dengan populasi tersebut.
    Inciednce X Prevalence
    •          Inc ; jlh kejadian a/ peristiwa penyakit yg tjd dl periode ttt diandingkan dg jl penddk.
    •          Pre ; jlh individu yg pd saat ttt memiliki ciri penyakit ttt dibanding dg jlh penduduk
    Ø  Inc lebih menjelaskan ttg derajat penularan penyakit
    Ø  Pre lebih menjelaskan ttg beban upaya pe layanan kesehatan
    Attack Rate
    •          Adalah Inciddens Rate yang periodenya terbatas
    •          Attack Rate penting dalam penelitian-penelitian penyakit menular
    •          Risiko untuk menderita penyakit berlangsung dalam waktu singkat
    = Jlh Kasus : Pop at Risk (selama epidemi)
    Secondary Attack Rate (Angka Serangan II)
    = Jlh Kasus Secunder : Pop At Risk
    •          Proporsi ; a/(a+b) x k
    •          Merupakan perbandingan dimana pembilang merupakan bagian penyebut
    •          Merupakan perbandingan mirip rate tetapi dasarnya bukan jumlah penduduk tetapi jumlah semua
           yang mengalami peristiwa yang sejenis
    •          2. Hubungan & Kegunaan          Prev & Inc
    •          Point Prev           ; Sensus & survei
    •          Incidense            ; Penelitian
    •          Nilai PP tgt         ; - Incidence
                                       - Beratnya Penyakit
                                       - Efektifitas pengobatan
    •          Hub Prev, Inc & Periode Wkt
                    - Penyk Kronis   : Durasi Inc         
                    - Penyk Akut      : D                           Inc         
    •          Bila Inc & Prev tetap       : P = D X I
                      
    •          Case Fataliti Rate
                 =
    A.   REFERENSI 
    1.       …………., 1994. Pedoman Pengamatan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Direktorat Epidemiologi dan Imunisasi, Direktorat Jenderal PPM-PLP, Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal.
    2.       Bustan, M.N. 2006. Pengantar Epidemiologi. Rineka Cipta. Jakarta. Hal. 84-105
    3.       Friedman, Gary D. 1986. Prinsip-prinsip Epidemiologi, Yayasan Essentia Medika, Yogyakarta. Hal.
    4.        Nur Nasry Noor, Bahan kuliah Epidemiologi Dasar. FKM. Unhas.
    5.       Ridwan, 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat Surveilans Epidermiologi Sebuah Pengantar. FKM-UNHAS. Hal. 50-59
    6.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
    7.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
    8.       Sutrisna, Bambang. 1986. Pengantar Metoda Epidemiologi. PT. Dian Rakyat. Jakarta. Hal. 22-33
    9.       Wahyudin Rajab, M.Epid. Buku Ajar Epidemiologi untuk Mahasiswa Kebidanan, EGC. Jakarta

    PERUBAHAN & PERKEMBANGAN POLA PENYK KEPERW


    PERUBAHAN & PERKEMBANGAN
    POLA PENYAKIT

    POKOK BAHASAN
         -     Hubungan Sebab Akibat pola Penyakit dng W, T & O
         -     Klasifikasi Penyakitt
         -     Tingkatan Pencegaha Penyakit
    A. HUBUNGAN SEBAB AKIBAT
         TRIAS EPIDEMIOLOGI (Segi Tiga Epidemiologi)
         •    Model Host-Agent-Environment
            Faktor Host (tuan rumah, pejamu) Adalah manusia atau mahluk hidup lainnya, yang menjadi tempat
            terjadinya proses alamiah perkembangan penyakit, dapat berupa ;
            -          umur,         - jenis kelamin,     - ras,
            -          status gizi,  - Anatomi tubuh,  - etnik
            -          Keadaan fisiologi tubuh : lelah, hamil, strees, pubertas, keadaan gizi
            -          Keadaan Immunologis : antibodi dari ibu, vaksinasi, ada infeksi sebelumnya
            -          Tingkah laku (behavior) : life style, personal hygiene, hubungan antar pribadi, rekreasi
        •    Karakteristik Host ; 
           a. Resistensi        ; kemampuan host bertahan terhadap suatu penyakit.
           b. Immunitas       ; kesanggupan host mengembangkan suatu respon immunologis (alamiah, buatan)
                                       sehingga tubuh kebal pada penyakit tertentu.
           c. Infectiousness ; potensi host yg terinfeksi untuk menularkan pada orang lain, baik sakit maupun sehat.
           Faktor Agent ; adalah suatu unsur (organisma hidup atau kuman infektif) yang dapat menyebabkan
           terjadinya suatu penyakit. Pada penyakit tertentu dapat single kausa (infeksi) & multi kausa  
           (non-infeksi), dapat berupa :
        •   Karakteristik Agent :
           a. Invasitas     : kemampuan agent untuk melakukan penetrasi & menyebar setelah memasuki jaringan   
           b. Infektifitas  : kesanggupan agent untuk beradaptasi sendiri terhadap lingkungan dari host untuk tinggal
                                  & berkembang biak (multiply) dalam jaringan host
           c. Patogenitas : kesanggupan agent untuk menimbulkan reaksi klinis yang patologis setelah terjadi
                                   infeksi pada host yang diserang
           d. Virulensi     : kesanggupan agent menimbulkan reaksi patologis berat yang mungkin hingga
                                   menyebabkan kematian.
           e. Toksisitas    : kesanggupan agent untuk memproduksi reaksi kimia yang toksis oleh substansi kimia
                                   yang dibuatnya
           f. Antigenitas   : kesanggupan agent untuk merangsang reaksi immunologis dalam host

        •  Agent Biologis dapat berupa
           1. Metazoa   : cacing
           2. Protozoz   : amoeba, malaria
           3. Bakteri     : sipilis, typhoid, tbc, pneumonia
           4. Fungi        : Histoplasmosis, taenia pedis
           5. Rickettsia : Rocky mountain spotted fever
           6. Virus        : campak, cacar (smallpox), polio-
       •    Lingkungan ; adalah semua faktor luar dari suatu individu. Dapat berupa Lingkungan. fisik, biologis,
                               sosial
          1. Fisik : geologi, iklim, geografik
          2. Biologis : kepadatan penduduk, flora (sbg sbr makanan), fauna (sbg sbr protein
          3. Sosial : migrasi/urbanisasi, lingkungan kerja, perumahan, kekacauan, bencana alam, perang, banjir.
       •   Karakteristik Environment
          a. Topografi ; situasi lokasi tertentu, baik yang natural maupun buatan yang mungkin mempengaruhi
              terjadinya & penyebaran suatu penyakit tertentu.
          b. Geografi  ; keadaan yang berhubungan dengan struktur geologi dari bumi yang berhubungan dengan
              kejadian penyakit
       •   PERSON, PLACE & TIME
          •    Informasi PPT berguna untuk menggambarkan adanya perbedaan dl keterpaparan dan susceptibilitas.
          •    Perbedaan ini akan dp dipakai sbg  :
              –        petunjuk ttg sumber,
              –        agent yang bertanggung jawab,
              –        transmisi dan
              –        penyebaran
              suatu penyakit
        1. person Adalah karakteristik individu yang mempengaruhi keterpaparan yang mereka dapatkan &
            susceptibilitasnya terhadap penyakit
        2. Place Memberikian petunjuk pola perbedaan penyakit yang dapat menjadi pegangan dalam mencari
             faktor lain yang belum diketahui. Dapat berupa ; blok, RT/RK, Kota, Desa, ……..
        3. Time Dapat menjadi pedoman tentang kejadian yang ada dalam masyarakat.
        Dl setahun banyak kelahiran ;
        –        Banyak perkawinan
        –        Banyak perceraian
        –        Banyak anak yg diinginkan
        –        Keadaan ekonomi
        –        Migrasi, dll
    B. KLASIFIKASIN PENYAKIT
        Klasifikasi Penyakit Menurut ICD (International Classification of Diseases = Klasifikasi    
        International Penyakit)
    1. Penyakit Infeksi & Parasit
    2. Neoplasma
    3. Penyk. Endokrin, Nutrisi & Metabolik, & Gangguan Imunitas
    4. Pnyk. Darah & Organ Pembentuk Darah
    5. Gangguan Mental
    6. Penyk. Sistem Saraf & Alat Indra
    7. Penyk. Sistem Peredaran Darah
    8. Penyk. Sistem Pernapasan
    9. Penyk. Sistem Pencernaan
    10. Penyk. Sistem Kencing & Kelamin
    11. Komplikasi Kehamilan, Persalin” & Nipas Penyk. 
    12. Kulit & Jaringan Bawah Kulit Penyk. 
    13. Sistem Otot Rangka & Jrg. Ikat 
    14. Kelainan Bawaan 
    15. Keadaan Ttt yg berasal dr ms Perinatal Gejala, Tanda & Keadaan tdk Jelas 
    16. Cedera & Keracunan
    TINGKATA PENCCEGAHAN
    Contoh Upaya Pencegahan  

    1. Premordial 
        •     Memberikan kondisi pada masyarakat yg memungkinkan penyakit tidak mendapat dukungan dasar
            dari kebiasaan, gaya hidup & faktor risiko lainnya. 
        •       Prakondisi harus diciptakan dengan multimitra 
        •       Mis. rokok
    2. Health Promotion
    1. Kebersihan pribadi / lingkungan
    2. Makanan bergizi
    3. Peningkatan kesehatan
         •          Tindakan sehat
         •          Kondisi kerja yang baik
         •          Harmonisasi keluarga
         •          Rekreasi
    3. Specyfic Protection
        •          Imunisasi
        •          Kebersihan Perorangan & lingkungan
        •          Perlindungan bahaya bahan-2 dalam pekerjaan
        •          Pencegahan Lakalantas
        •          Pembedaan bahan-bahan khusus
    4. Early Diagnosis & Promt Treatment
        •          Usaha Case Finding ; mencari kasus sedi- ni mungkin
        •          Screening
        •          Survay selective
        •          Pengobatan teratur
        •          General chek Up
    5. Disability Limitation
        •          Pengobatan yang tepat
        •          Mencegah terjadinya komplikasi
        •          Penyediaan fasilitas-fasilitas
    6. Rehabilitation
        •          Penyediaan sarana latihan bagi yg cacat
        •          Penyuluhan memberi semangat bagi pengguna fasilitas.

    REFERENSI 
    1.       …………., 1994. Pedoman Pengamatan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Direktorat Epidemiologi dan Imunisasi, Direktorat Jenderal PPM-PLP, Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal.
    2.       Bustan, M.N. 2006. Pengantar Epidemiologi. Rineka Cipta. Jakarta. Hal. 84-105
    3.       Nur Nasry Noor, Bahan kuliah Epidemiologi Dasar. FKM. Unhas.
    4.       Ridwan, 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat Surveilans Epidermiologi Sebuah Pengantar. FKM-UNHAS. Hal. 50-59
    5.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
    6.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
    7.     Sutrisna, Bambang. 1986. Pengantar Metoda Epidemiologi. PT. Dian Rakyat. Jakarta. Hal. 22-33
    8.  Wahyudin Rajab, M.Epid. Buku Ajar Epidemiologi untuk Mahasiswa Kebidanan, EGC. Jakarta

    KONSEP DSR EPID KEPERW


    KONSEP DASAR EPIDEMIOLOGI
    D - III
    POKOK BAHASAN
    -           Pengertian
    -           Sejarah Perkembangan Epid
    -           Kegunaan Epid
    -          Peranan Epidemiologi dl Perencaan Kesehatan
    -           Ruang Lingkup Epidemiologi
    A. PENGERTIAN
        1.    Defenisi asal kata
             Dalam arti kata :
             •       Epi                  : pada / tentang
             •       Demos            : penduduk
             •       Logis               : Ilmu
             Awalnya epidemiologi dikenal sebagai ilmu yang mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan
             kependudukan. Sehingga epidemilogi diartikan sebagai ilmu yang memperlajari tentang kependudukan.
             •       Epidemi          : Kejadian penyakit
             •       Logis              : Ilmu
            Sehingga epidemilogi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang kejadian penyakit, setelah terjadi
            pergeseran dari sebelumnya mengurusi tentang masalah menduduk berubah menjadi mengurusi tentang
            kejadian penyakit. 
            Awalnya pengertian Epidemiologi dimulai dengan Epidemi ; yaitu peristiwa yang mengenai banyak 
           orang dalam waktu yang sangat singkat, meluas secara cepat dari orang ke orang, dari suatu daerah ke
           daerah yang lain
           Sekarang tidak hanya pada jumlah penderita, tetapi juga suatu perjalanan penyakit yang mempengaruhi
            keadaan normal di masyarakat termasuk infeksi & non-infeksi
        2.  Defenisi Berdasarkan Kajian & Waktu
            Epidemiologi yang dimulai dengan membicarakan peristiwa Epidemi terus berkembang sehingga
            kajian yang dilakukan juga berkembang. Hal ini berpengaruh terhadap pengertian/defenisi
            epidemiologi itu sendiri.  Banyak defenisi tentang Epidemiologi berdasar kajian yang dilakukan pada
            masa itu. Beberapa defenisi yang dianggap mewakili masanya berdasarkan kajian yang dilakukan :
           a.    Ilmu yang mempelajari tentang Epidemi
           b.    Ilmu yang mempelajari penyakit menular & masalahnya
           c.     Ilmu yang mempelajari sebab timbulnya penyakit & faktor yang mempengaruhinya
           d.    Ilmu yang mempelajari tentang penyebaran & faktor penyebab penyakit & kecelakaan pada 
                manusia
           (Mansner & Bohn)
           Suatu bagian dari IKM yang mempelajari & menganalisa timbulnya serta penyebarannya suatu
           penyakit baik infeksi maupun non-infeksi di dalam masyarakat atau populasi penduduk tertentu dengan
           mempertimbangkan faktor-faktor Agent, Host  &  Environment
           Filosofi dasar dari Ilmu kesehatan & Kedokteran yakni suatu penyakit yang logis untuk menganalisa
           serta untuk memahami hubungan interaksi antara sproses Fisik, Biologis serta penomena sosial yang
           berhubungan antara dengan derajat kesehatan & kejadian penyakit
    B. SEJARAH PERKEMBANGAN EPIDEMIOLOGI
    Generasi Pertama
              I.     Hippocrates
                        –     Bapak kedokteran modern
                        –     Epidemiologis yg pertama
                        –     Mengemukakan teori ttg penyebab sakit
                              •     Penyakit terjadi karena adanya kontak dengan jazad hidup yang tidak terlihat oleh mata, dan
                        penyakit berkaitan dengan lingkungan eksternal
                              •     Adanya hubungan antara berbagai penyakit & faktor tempat tinggal, geografis, kondisi air,
                     iklim,kebiasaan makan yang mempengaruhi cairan tubuh
                              •    Memperkenanlkan istilah epidemik dan endemik
            II.     Galen (ahli bedah Romawi)
                        –     Bapak fisiologi eksperimental
                        –     Mengelaborasi teori Hippocrates ; cara hidup & kondisi cairan tubuh diduga berhubungan &
                   mempengaruhi kesehatan serta timbulnya penyakit
          III.     Thomas Sydenham (1624-1689)
                        –     Hippocratesnya orang Inggris
                        –     Menghubungkan terjadinya penyk dg udara, air dan tempat
          IV.     Noah Webster (1758-1843 – Epidemiolog Amerika) berpendapat bahwa wabah ada kaitannya
              dengan faktor lingkungan
       Konsep Contagion Gern
       •          Merupakan era keemasan teori kuman.
       •          Para ilmuwan berhasil membuktikan mikroba sebagai Etiologi (penyebab).
       •          Tidak lepas dari pemenuan mikroskop oleh Antonio Van Lawenhock.
       •          Hierenymous Francastorius (1478-1553), dokter & sastrawan dari Italia
              –        Penyakit ditularkan dari orang ke orang melalui partikel kecil yang tidak dapat dilihat
       •          Igmatz Semmelweis (1818-1865), ahli kandungan dari Hungaria
             –        Demam “child bed fever” dapat dikurangi jika dokter penolong persalinan membasuh tangannya
       •          Edward Jenner (1749-1823) ; vaksin cacar
       •          Louis Pasteur (1822-1895) ; imunisasi Rabies
       •          Robert Koch (1843-1910), Vaksin BCG
       Kelahiran Statistik Kehidupan
       •          John Graunt (1662), penjual pakaian
             –        Menekankan pentingnya pengumpulan data secara rutin, sehingga pendapatnya menjadikan dasar
                   Epidemiologi Modern
             –        Pencipta dasar statistik estimasi populasi dan konstruksi life tabel
       •          William Farr (1880) ahli statistik Inggris
             –        Mengembangkan analisis dari statistik kematian yang digunakan untuk mengevaluasi masalah
                   kesehatan penduduk
     Epidemiologi Klasik
       •    Era tentang penelusuran terjadinya penyakit yang sering timbul di masyarakat luas dan penyebabnya
           yaitu perilaku yang tidak baik dalam menjaga kesehatan.
       •      John Snow (1813-1858)
            –        Berhasil menyusun postulat bahwa kolera ditularkan melalui air yang tercemar
            –        Metode investigasinya merupakan landasan langkah investigasi wabah
       •    P.L. Panum. Penelitian epidemilodi klasik tentang campak
     Epidemiologi Modern
       •     Mengarah pada pemahaman hubungan sebab-akibat terhadap berbagai peristiwa penyakit serta
           gangguan kesehatan
       •          Menuntun para ahli untuk menggunakan model pendekatan sistem.
       •          Analisa didasarkan pada sekelompok faktor yang saling berkaitan erat dalam bentuk hubungan yang
             konsisten
       •         Doll dan Hill (1950) ; hubungan rokok & kanker Paru
       •          Salk ; studi uji komunitas vaksin polio,
       •          Framinghart heart study ; studi kohor penyakit kardiovaskuler
    Evolusi Konsep Epidemiologi
    1. Konsep lingkungan
              -  Hipocrates (460 BC – 377 BC)
                                                                    Musim kering
                                                                    Air tergenang
                                                                    Pembesaran limfa
                                                                    Demam / Diare
                                                                    Death
             -    John Snow ; Cholera di London
             - John Graunt ; pengumpul data mortalitas
             - Edwin Chadwick
         2. Konsep Agent Spesifik : Robert Koch, Luis Pasteur,
         3. Konsep Host & Imunitas
                    - Edwin Bahring
                    - P  Ehrling                      Dipteria
                    - Robert Pfeiffer              Typhoid
                    - Edward Jenner             Cacar
    C. KEGUNAAN EPIDEMIOLOGI
    1. Cara timbulnya penyakit
    2. Riwayat alamiah penyakit
    3. Penyebaran penyakit pada berbagai kelompok masyarakat
    D. PERANAN EPIDEMIOLOGI
         Dalam Perencanaan Kesehatan
         •          Diharapkan berperanan dalam pembangunan kesehatan masyarakat secara keseluruhan
         •          Dilakukan melalui kemampuan epidemiologi untuk mengetahui distribusi & faktor-faktor penyebab
               masalah kesehatan & mengarahkan intervensi yang diperlukan.
    1. Mencari/mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi timbulnya gangguan kesehatan/ penyakit dalam suatu masyarakat tertentu dalam usaha mencari cara penanggulangan serta cara pencegahannya
    2. Menyiapkan data/informasi untuk keperluan program planning dengan menilai status kesehatan dl masyarakat serta memberikan gambaran tentang kelompok penduduk yang terancam
    3. Membantu menilai berbagai hasil dari setiap bentukk program kesehatan
    4. Mencari & mengembangkan metodologi dalam menganalisa penyakit serta acar mengatasinya, baik penyakit perorangan maupun wabah dalam masyarakat, serta pengembangan sistem pelayanankesehatan bagi masyarakat
    Epidemiologi diharapkan mempunyai peranan dalam bidang kesehatan masyarakat berupa :
    1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit atau masalah kesehatan dalam masyarakat.
    2. Menyediakan data yang diperlukan untuk perencanaan kesehatan & pengambilan keputusan
    3. Membantu melakukan evaluasi program kesehatan yang sedang & telah dilakukan
    4. Mengembangkan metodologi untuk menganalisa keadaan suatu penyakit dalam upaya mengatasi & menanggulangi
    5. Mengarahkan intervensi yang diperlukan untuk menanggulangi masalah yang perlu dipecahkan
      7 peran utama (Valanis)
    1. Investigasi etiologi penyakit
    2. Identifikasi faktor risiko
    3. Identifikasi sindrom & klasifikasi penyak
    4. Melakukan diagnosis banding (differential diagnosis) & perencanaan Pengobatan
    5. Surveilans status kesehatan penduduk
    6. Diagnosis komunitas & perencanaan palayanan kesehatan
    7. Evaluasi pelayanankesehatan & intervensi kesehatan masyarakat.
    Ruang Lingkup (meliputi 6E)
    1. Etiologi : berkaitan dengan lingkup kegiatan Epidemiologi  dalam mengidentifikasi penyebab penyakit & masalah kesehatan lainnya
    2. Efikasi (Efficacy) : berkaitan dengan efek atau daya optimal yang dapat diperoleh dari adanya intervensi kesehatan
    3. Efektifitas (Effectifenes) : besarnya hasil yang diperoleh dari suatu tindakan(Pengobatan atau intervensi) & besarnya perbedaan dari suatu tindakan dengan tindakan lainnya 
    4. Efisiensi (efficiency) : melihat pengaruh yang dapat diperoleh berdasarkan besarnya biaya yang diberikan (Untuk mengetahui kegunaan & hasil yang diperoleh berdasarkan besarnya pengeluaran)
    5. Evaluasi : penilaian secara keseluruhan keberhasilan suatu pengobatan atau program kesehatan masyarakat 
    6. Edukasi (Education) : intervensi berupa peningkatan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat sebagai bagian dari upaya pencegahan penyakit
          1.     Epidemiologi Penyakit Infeksi/Menular ; merupakan sasaran utama epidemiologi sejak dahulu &
                paling banyak memberikan hasil dalam penggunaan selama ini
          2.     Epidemilogi Penyakit Tidak Menular ; lebih berkembang s telah PD-II walaupun sebelumnya telah
                banyak digunakan, seperti ; analisa Deficienci Vit. C (lind), keracunan Timbal (Baker), Pellagra
                (Goldberger), Ca Scrotum (Pott)
          3.     Epidemiologi Klinik ; sedang dikembangkan untuk dapat membeka li para klinisi & dokter tentang
               cara pendekatan masalah melalui Ilmu Epidemiologi.
    4.  Epidemiologi Pengelolaan Pelayanan kesehatan ; dalam  kemajuan industri medis yang cukup banyak menyerap modal & tenaga kerja, peranan Epidemiologi Manajemen dalam menganalisa jumlah biaya pengobatan serta biaya pelayanan kesehatan lainnya merupakan hal yang sangat penting
    5.  Epidemiologi Lingkungan & Kesehatan kerja ; mempelajari & meng analisa keadaan kesehatan tenaga kerja akibat pengaruh keterpaparan.
    6.  Epidemiologi Kesehatan  Jiwa ; merupakan salah satu dasar pendekatan dan analisis masalah gangguan jiwa dalam masyarakat.  Baik mengenai keadaan kelainan jiwa kelompok penduduk tertentu, maupun analisa berbagai faktor ya ng mempengar hi timbulnya gangguan dalam masyarakat.
    7.   Epidemiologi Gizi ; bertujuan dalam analisis berbagai faktor yang berhubungan erat dengan timbulnya masalah gizi di masyarakat. Baik bersifat biologis maupun kehidupan sosial masyarakat.
    Diluar Kesehatan
    1. Epidemiologi Sosial & perilaku ; perilaku berkaitan erat dengan umur, jenis kelamin, suku & ras, pekerjaan, status sosial ekonomi, dll. Banyak memberikan nilai risiko dalam penyakit
    2. Epidemiologi Kependudukan ; tidak hanya memberikan analisis tentang sifat karakteristik penduduk secara demografis dalam hubungannya dengan masalah kesehatan & penyakit dalam masyarakat. Tetapi juga sangat berperan dalam berbagai aspek kependudukan.
    3. Dll.
    KEGIATAN EPID
    1. Deskriptif ; memberikan gambaran tentang keadaan serta status kesehatan/penyakit (menurut Host, Agent, Environment)
    2. Analitik ; menegakkan hipotesa tentang hubungan sebab akibat serta menguji hipotesa melalui pengamatan langsung dengan menilai sifat penyebaran alamiah dalam masyarakat
    3. Eksperimental ; melakukan analisis secara langsung tentang hubungan sebab akibat melalui percobaan
    4. Prognosa ; melakukan penilaian derajat kesehatan pada masyarakat tertentu
    5. Evaluasi ; penilaian secara medis maupun ilmiah
    A.   REFERENSI 
    1.       …………., 1994. Pedoman Pengamatan dan Penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) di Indonesia. Direktorat Epidemiologi dan Imunisasi, Direktorat Jenderal PPM-PLP, Departemen Kesehatan RI. Jakarta. Hal.
    2.       Bustan, M.N. 2006. Pengantar Epidemiologi. Rineka Cipta. Jakarta. Hal. 84-105
    3.       Nur Nasry Noor, Bahan kuliah Epidemiologi Dasar. FKM. Unhas.
    4.       Ridwan, 2000. Ilmu Kesehatan Masyarakat Surveilans Epidermiologi Sebuah Pengantar. FKM-UNHAS. Hal. 50-59
    5.       Sugiyono, Prof. Dr. 2006. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Atfabeta. Bandung. Hal.
    6.       Sutrisna, Bambang. 1986. Pengantar Metoda Epidemiologi. PT. Dian Rakyat. Jakarta. Hal. 6-8
    7.       Wahyudin Rajab, M.Epid. Buku Ajar Epidemiologi untuk Mahasiswa Kebidanan, EGC. Jakarta